Mochtar Mohamad lahir di Gorontalo, 26 Oktober 1964. Menikah dengan Sumiyati, istrinya, ia dikaruniai tiga anak: Gilang Esa Mohamad, Gandhi Dwiky Mohamad dan Guruh Tri Putra Mohamad.

Mochtar adalah mantan wali kota Bekasi periode 2008-2013, berpasangan dengan Rahmat Effendi. Sebelumnya, ia wakil wali kota Bekasi periode 2003-2008, bersama Akhmad Zurfaih sebagai wali kota.

Merujuk Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, politikus asal PDI Perjuangan itu merupakan wali kota Bekasi pertama yang dipilih secara langsung oleh masyarakat dalam Pilkada.

Mochtar-Rahmat memenangkan Pilkada dengan perolehan suara 368.940 dari total suara sah 729.388. Suara tidak sah mencapai 30.972, ada pun total hak pilih mencapai 760.361 suara.

Mochtar-Rahmat mengalahkan pasangan Ahmad Syaikhu-Kamaludin (303.209 suara) yang diusung oleh PKS dan Awing Asmawi-Ronny Hermawan (57.239 suara) yang diusung Partai Demokrat.

Karir politik Mochtar dimulai dari gerakan pro Megawati Soekarnoputri di Kota Bekasi pada tahun 1990-an. Ia termasuk kader PDI Perjuangan yang menonjol.

Aktivitas politiknya mengantarkan dia menjadi anggota DPRD Kota Bekasi periode 1999-2003. Mochtar terbilang ‘politisi Kalimalang’ yang vokal dan piawai menggalang dukungan massa.

Ia seorang politikus yang rajin blusukan ke akar rumput dengan kegiatan-kegiatan sosialnya.

Pada Pilkada 2018, Insya Allah Mochtar Mohamad akan kembali maju dalam Pilkada Kota Bekasi.(TIM)