Sebagai seorang pribadi, Mochtar Mohamad merupakan sosok yang bisa dekat dan bersahabat dengan siapa saja. Tak terkecuali dengan para alim ulama.

Kedekatan dirinya dengan ulama bisa dilihat saat politikus PDI Perjuangan itu menjenguk Habib Ali bin Sholeh Alatas yang sedang sakit di kediamannya di Jalan Kartini, Bekasi Timur, Kota Bekasi, belum lama ini.

Bagi pria yang akrab disapa M2 itu mengatakan, figur Habib Ali bukan sekedar ulama dan guru, tapi sudah ia anggap sahabat dan juga orangtua baginya.

Dalam kesehariannya, Mochtar banyak menimba ilmu dengan sang Habib dan kerap meminta wejangan darinya. Silaturahim dengan sahabatnya itu juga terus terpilahara hingga kini.

“Sahabat itu ada bukan di kala kita senang atau dia senang saja. Sahabat itu justru harus hadir dalam kondisi-kondisi tersulit. Misal sahabat kita sakit, kita luangkan waktu kita untuk menjenguk.Sahabat kita susah, kita datang untuk membantu. Itulah makna sejati persahabatan,” ujarnya.

Tidak hanya dengan Habib Ali saja, Mochtar dekat. Dengan ulama-ulama lain di Kota Bekasi, ia juga dekat.

“Ulama itu pewaris Rosul. Jadi sebagai muslim tentu wajib bagi kita untuk mendekat dengan mereka. Meminta wejangan dan petuah-petuah mereka. Apalagi mereka mengerti banyak ilmu dan pengetahuan,” terang Mochtar.

Selama menjabat sebagai Wali Kota Bekasi, Mochtar juga banyak menyelenggarakan kegiatan keagamaan. Salah satunya pengajian rutin di rumah dinas Wali Kota.

Namun, bukan dengan ulama saja, ia dekat. Dengan pemuka-pemuka agama lain, ia juga dekat.

“Saya muslim, tapi saya seorang nasionalis yang menghargai keberagamaan. Saya menghargai semua umat yang ada di bumi ini, tanpa terkecuali,” pungkasnya.(TIM)