Penyandang Cacat adalah salah satu elemen warga masyarakat yang semestinya memiliki hak dan peluang yang sama dengan warga masyarakat lainnya. Namun karena kondisi cacat yang disandangnya seringkali menjadi tersisihkan bahkan terlupakan. Hal inilah yang kemudian menggerakkan Bang Mochtar untuk memberikan kepedulian dan perlakuan yang sama kepada para penyandang cacat di Kota Bekasi. Bang Mochtar memberikan bantuan dan kesempatan kepada penyandang cacat di Kota Bekasi untuk dapat berwira-usaha sesuai dengan kondisi yang ada pada mereka.
Upaya Bang Mochtar memberikan kepedulian kepada penyandang cacat khususnya di Kota Bekasi telah menempatkan Kota Bekasi menjadi tempat penyelenggaraan Musyawarah Nasional Himpunan Penyandang Cacat beberapa waktu yang lalu. Dan atas kiprah serta kepedulian Bang Mochtar kepada para penyandang cacat, Bang Mochtar mendapatkan PENGHARGAAN NASIONAL dari Himpunan Penyandang Cacat pada tanggal 3 Desember yang lalu bertempat di Istana Wakil Presiden dengan disaksikan oleh H. Siswadi, Ketua Umum Himpunan Penyandang Cacat.
Hal tersebut menunjukkan bahwa Bang Mochtar memiliki kepedulian yang besar kepada para penyandang cacat. Selamat dan Sukses untuk Bang Mochtar, semoga dapat diikuti oleh warga Kota Bekasi lainnya.
-
Terus konsisten dengan karya nyata Anda Pak WAli.
Setiap kebijakan yang berpihak pada kepentingan rakyat, pasti akan senantiasa
didukung oleh semua pihak.
Salut untuk Pemkot Bekasi
Mat HUT ke-13 Kota Bekasi!
Salam Bala Tidar!
-
Sebuah tindakan mulia pasti yang menjadi ukuran untuk setiap pemberian
penghargaan. Butuh politicalwill dalam pelaksanaan kebijakan sehingga perasaan
solidaritas dan kebersamaan dapat dirasa semua orang tanpa mengabaikan perbedaan
fisik, suku, agama dan ras. Government Againt Corruption and Discrimination
(GACD) melalui Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Pemerintahan memberikan
Solidarity Award kepada H. Mochtar Mohamad sebagai bentuk dukungan untuk
mengembangkan silaturrahmi dan persaudaraan satu Indonesia Raya. Muhamad Dony P.




.jpg)



bicara saat bertemu di ruangan eusai saya sakit untuk ketiga kalinya. Waktu itu
bapak sepertinya lagi kuruskan badan atau sakit. Secara umum bapak terlihat
lebih profesional. Sesuai tebakan saya. Bapak terus bawa kader PDIP Kota Bekasi
kepada religiusitas dan profesional. Sebagai kader GERINDRA saya salut. Saya
pengidola Prabowo Subianto angkat topi dengan kemampuan bapak. Sayang prediksi
bapak hal peluang pemimpin dimasa depan maih sulit saya realisaikan. Mungkin
karena idola sekali dengan Jendral Prabowo. saya lebih akrab dengan dunia
intelejen. Saya sedang tekuni paradigma intelejen terbuka dan manfaatnya bagi
pembangunan. Doakan agar saya dapat mauk struktur kepengurusan Partai GERINDRA
Kota Bekasi. Toleransi, pluralime, dan religius sepertinya menjadi ciri
kepemimpinan anda. Salam untuk keluarga, biarkan saya hidup membangun impian 4
anak s...